Matt Le Tissier: Ole Gunnar Solskjaer Terapkan Manajemen "Anak Sekolah" Di Manchester United
Mantan pemain timnas Inggris, Matt Le Tissier, melabeli keputusan berbagi tugas eksekutor penalti di Manchester United seperti pendekatan “anak sekolah”.
Man United, melalui Paul Pogba dan Marcus Rashford, gagal memaksimalkan dua tendangan penalti dalam dua laga beruntun pada awal musim Liga Primer Inggris melawan Wolverhampton dan Crystal Palace.
Menyusul dua kegagalan berentet tersebut, Solskjaer terpaksa mengklarifikasi mengenai keputusan penunjukkan eksekutor penalti Man United musim ini.
Solskjaer mengatakan bahwa kedua pemain [Pogba dan Rashford] lah yang memutuskan di antara mereka sendiri siapa yang lebih siap untuk mengambil penalti dalam pertandingan.
Le Tissier menganggap situasi tersebut masih jauh dari ideal, apalagi untuk tim sekelas Man United.
“Itu menimbulkan kebingungan. Dua nominasi dan Anda hanya mengatakan,’Baiklah, mari kita lihat siapa yang menginginkannya pada hari pertandingan,” ucap Le Tissier, Minggu (8/9).
“Itu bukan profesional, itu amatiran. Seperti hal yang dilakukan oleh anak-anak sekolah. Dalam situasi ini, manajer perlu lebih tegas untuk menyebut satu nama utama dan yang kedua,” tutur legenda Southampton itu.
“Kala itu, kami memiliki kompetisi penalti pada sesi latihan. Saya memenangkannya dan saya ditunjuk sebagai eksekutor utama. Otomatis, tendangan penalti menjadi hak saya pada hari pertandingan,” tambahnya.
Le Tissier bermain lebih dari 400 pertandingan bersama Southampton. Dari 48 penalti yang ia eksekusi sepanjang karier, hanya satu di antaranya yang mampu digagalkan kiper lawan, yakni oleh kiper Nottingham Forest, Mark Crossley, pada 1993.